Daya tembus udara kulit PU dibandingkan kulit imitasi juga sangat bervariasi. Berkat struktur molekul khususnya, kulit PU memiliki daya tembus udara yang memadai sehingga tidak menimbulkan rasa pengap yang nyata ketika digunakan dalam jangka waktu lama. Sebagian besar kulit imitasi konvensional memiliki lapisan padat dan kedap udara, sehingga sirkulasi udaranya buruk—hal ini membatasi penerapannya pada produk yang menempel erat di tubuh.